Mencuci Baju Berapa Kali Seminggu? Ini Jawaban & Tips Praktisnya

Bagi banyak orang, mencuci baju sering terasa merepotkan karena harus membagi waktu antara pekerjaan dan urusan rumah. Akibatnya, banyak yang memilih mencuci seminggu sekali saat weekend. Padahal, kebiasaan ini bisa membuat bakteri menumpuk di pakaian. Lalu, seberapa sering sebaiknya mencuci baju? Berikut penjelasannya.
Berapa Kali Idealnya Mencuci Baju dalam Seminggu?
Alih-alih berapa kali dalam seminggu, idealnya frekuensi mencuci baju ditentukan berdasarkan jenis kain dan penggunaan baju tersebut. Misalnya, pakaian dalam dan kaos kaki sebaiknya langsung dicuci setelah digunakan terlepas dari apapun bahannya, sementara pakaian berbahan jeans bisa dicuci beberapa minggu sekali kecuali apabila ia dipakai untuk melakukan aktivitas berat seperti pertukangan.
Berikut ini tabel panduan frekuensi pencucian baju berdasarkan jenis bahan dan penggunaannya:
Jenis baju | Bahan | Frekuensi pencucian |
Pakaian dalam | Apapun | Setiap habis pakai |
Kaos Kaki | Apapun | Setiap habis pakai |
Dress | Apapun | Setiap habis pakai |
Active Wear | Apapun | Setiap habis pakai |
Bra | Apapun | 2-3 kali pakai |
Kaos | Apapun | 1-2 kali pakai |
Jeans/Denim | Jeans | 4-5 kali pakai |
Sweater | Wool atau Cashmere | 3-6 kali pakai |
Sweater | Campuran Polyester | 2-3 kali pakai |
Sweater | Katun | 2-3 kali pakai |
Blazer | Apapun | 5-6 kali pakai |
Gaun | Apapun | 3-6 kali pakai |
Suit | Wool atau Cashmere | 3-6 kali pakai |
Suit | Campuran Polyester | 2-3 kali pakai |
Jaket | Apapun | Cek label |
Sprei | Apapun | Seminggu sekali |
Selain berdasarkan jenis bahannya, Anda juga harus memikirkan apakah pakaian tersebut kotor dan berbau atau tidak. Jaket misalnya, jika sudah berbau meskipun baru dipakai sekali, maka sebaiknya langsung dicuci. Sama halnya dengan pakaian bayi dan anak-anak, sebaiknya langsung segera dicuci mengingat kebersihan badan mereka sangat penting dan anak-anak cenderung memiliki banyak aktivitas yang membuat pakaian mereka cepat kotor dan berbau.
Tips agar Rutinitas Mencuci Lebih Efisien
1. Langsung memisahkan pakaian sebelum dicuci
Tips yang pertama adalah memisahkan pakaian berdasarkan jenis bahan dan warnanya secara langsung setelah dicuci. Hal ini bertujuan supaya pakaian berwarna putih tidak kelunturan dan pakaian berwarna hitam atau warna lainnya tidak pudar. Selain itu, memisahkan pakaian berdasarkan jenis bahannya juga memudahkan kamu untuk mengetahui kapan baju tersebut bisa dicuci.
Tidak perlu punya keranjang pakaian kotor dalam jumlah banyak. Dua keranjang saja sudah cukup, satu untuk pakaian dengan bahan yang harus segera dicuci, seperti kaos, sweater polyester dan active wear dan satu lagi untuk pakaian yang bisa dicuci kapan-kapan, seperti jeans atau suit dengan bahan wol.
2. Cuci pakaian dalam di kamar mandi
Anda tidak memiliki waktu untuk sering mencuci karena kerjaan yang menumpuk? Maka, bersihkan pakaian dalam Anda dengan tangan sambil mandi. Hal ini bermanfaat untuk menghemat waktu pencucian.
Pakaian dalam memang sebaiknya dicuci secara langsung setelah satu kali pemakaian karena ia menyerap keringat dan sel kulit mati secara langsung dari tubuh. Adapun mencucinya langsung dengan tangan karena mencuci dengan tangan relatif akan lebih bersih dan mencegah pakaian dalam tersebut terselip di dalam mesin cuci. Tapi, kalau Anda tidak memiliki waktu yang cukup untuk mencucinya dengan tangan, Anda bisa mencuci pakaian dalam tersebut dengan menggunakan mesin dengan memasukkannya ke dalam mesh bag supaya ia tidak terselip ke dalam mesin atau tersangkut di pakaian lain.
3. Siapkan keranjang setrika
Bagi sebagian orang, baju yang sudah kering wajib disetrika dan kegiatan menyetrika inilah yang menurut mereka cukup menjemukan. Nah, untuk mengatasi hal ini, terdapat beberapa trik yang bisa Anda terapkan, yaitu:
- Menyiapkan keranjang khusus baju bersih yang belum disetrika. Jadi, Anda bisa mencuci setiap hari tapi setrika cukup sekali dalam seminggu.
- Kibaskan pakaian sebelum dijemur. Hal ini bermanfaat untuk mengurangi kerutan dan kadar air dalam pakaian, sehingga ketika sudah kering, ia sudah kelihatan cukup rapi.
- Lipat pakaian setelah dicuci dan sebelum dijemur. Jika Anda mencuci dengan tangan atau memiliki papan bersih yang sesuai di dekat mesin cuci, Anda bisa melipat dan menekan pakaian tersebut sebelum ia dijemur. Sama seperti mengibaskan pakaian di atas, langkah ini berguna untuk mengeluarkan kadar air dan membuat pakaian tampak lebih rapi bahkan sebelum dijemur.
Beberapa jenis pakaian juga tidak perlu disetrika atau disetrika terlalu sering. Contohnya sweater, suit atau pakaian yang terbuat dari satin. Menyetrika pakaian seperti ini dengan tingkat kepanasan yang tidak pas justru dapat merusak serat kain.
4. Laundry sebagian baju
Tidak memiliki mesin cuci di rumah dan atau tidak memiliki waktu yang cukup untuk mencuci baju lebih dari sekali seminggu? Maka solusinya adalah menggunakan jasa laundry cuci kering dan setrika untuk sebagian baju. Misalnya, baju yang dipakai setiap hari Senin, Selasa dan Rabu dibersihkan jasa laundry, sementara baju yang dipakai hari Kamis, Jumat, Sabtu dan Minggu dicuci sendiri. Dengan demikian, cucian tidak menumpuk dan Anda bisa sedikit lebih hemat biaya laundry.
5. Menggunakan mesin cuci yang bisa dikontrol dari jarak jauh
Dengan perkembangan teknologi masa kini, Anda sudah bisa mengontrol mesin cuci di rumah dari jarak jauh menggunakan aplikasi dan wifi.

Mesin cuci AW-12BPD4377U1L(B) dari AQUA Elektronik misalnya, sudah dilengkapi dengan fitur SMART AI dan WIFI. Dengan kedua fitur ini, Anda bisa mengatur jadwal cuci secara otomatis dan mengontrolnya dari jarak jauh. Misalnya, Anda bisa memasukkan baju kotor ke mesin di malam hari, melakukan penjadwalan dan pemilihan jenis cucian (apakah untuk membersihkan noda atau biasa saja) melalui aplikasi. Jadi, ketika Anda pulang kantor atau pulang dari kampus, pakaian sudah bersih dan siap dikeringkan lebih lanjut (air dry) atau langsung disetrika.
Dengan demikian, Anda bisa mencuci setiap hari dan tidak perlu mengeluarkan uang untuk jasa laundry. Semoga informasi di atas bermanfaat!