Cara Menyimpan Bumbu Halus di Kulkas Supaya Awet dan Tidak Cepat Basi

Salah satu faktor yang menyebabkan makanan Indonesia dikenal akan kelezatannya di seluruh dunia adalah bumbu halus di balik setiap masakan. Berbeda dengan masyarakat di negara-negara maju, masyarakat Indonesia cenderung membuat bumbu dari bahan alami secara langsung dan bukan bumbu yang sudah diolah dalam bentuk bubuk atau butiran.

Hal ini membuat cita rasa makanan Indonesia lebih kaya dan segar. Namun tantangannya adalah, Anda harus bisa menyimpan bumbu-bumbu halus tersebut dengan baik. Karena berbeda dengan bumbu yang sudah dalam bentuk bubuk, bumbu dalam bentuk cairan, apalagi yang dibuat langsung dari bahan alami cenderung tidak awet.

Berapa Lama Bumbu Halus Tahan di Kulkas?

Penyimpanan bumbu harus disesuaikan dengan jenisnya terlebih dahulu. Bumbu-bumbu kering, entah itu dalam bentuk bubuk atau butiran, seperti garam atau penyedap rasa dapat awet selama bertahun-tahun selama mereka disimpan dalam wadah kedap udara, tertutup rapat dan disimpan di tempat kering. Bumbu jenis ini justru sebaiknya tidak disimpan di dalam kulkas.

Di sisi lain, bumbu dalam bentuk cream atau cairan seperti bumbu halus, putih, merah dan kuning umum nya bisa awet selama 3 hari lebih apabila disimpan di chiller kulkas dengan tanpa ditumis terlebih dahulu. Namun, apabila bumbu ini ditumis terlebih dahulu, maka ia bisa awet selama sebulan bahkan sampai 1 tahun tergantung lokasi penyimpanan di kulkas.

Cara Menyimpan Bumbu Halus Supaya Awet di Kulkas

1. Pilih bahan-bahan yang masih segar

Langkah awal yang penting untuk menjaga daya tahan bumbu adalah memilih bahan yang masih segar. Sebab, memilih bahan yang sudah tampak layu atau basi dapat memperpendek usia bumbu. Beberapa bahan, seperti kemiri, ketumbar dan kacang-kacangan sebaiknya juga disangrai terlebih dahulu sebelum kemudian ditumis.

2. Haluskan dan tumis

Langkah selanjutnya adalah potong-potong bumbu halus yang akan Anda simpan, lalu haluskan di blender. Ingat, pastikan Anda memotong bahan bumbu-bumbu ini menggunakan pisau bersih ya, untuk memastikan bumbu tidak terpapar bakteri dari pisau yang masih kotor dan atau karatan.

Setelah dihaluskan, Anda bisa menumis bumbu tersebut di atas kompor dengan api sedang. Tumis hingga kandungan minyak yang ada di dalam bumbu halus tersebut (atau yang Anda tambahkan saat menumis) terpisah dari adonan bumbunya. Di tengah proses menumis ini, Anda bisa menambahkan garam sebagai pengawet alami. Namun, hal ini tidak wajib mengingat garam bisa ditambahkan ketika bumbu akan digunakan.

3. Dinginkan dan masukkan ke dalam wadah kedap udara

Setelah ditumis, dinginkan adonan bumbu tersebut dan sisihkan. Jika sudah dingin, masukkan ia ke dalam kontainer kedap udara. Ukuran kontainer kedap udara ini bisa Anda sesuaikan dengan kebutuhan setiap kali Anda masak. Dengan demikian, kontainer tidak akan terus menerus dibuka untuk kemudian diambil isinya berulang kali.

Kontainer sebaiknya juga tidak diisi penuh. Tujuannya adalah supaya masih ada sirkulasi udara yang memadai di dalam kontainer tersebut meskipun ia ditutup dengan rapat.

4. Tambahkan label pada kontainer

Sama seperti menyimpan daging sapi agar tetap segar, kontainer berisi bumbu halus sebaiknya juga diberi label berisi nama bumbu halus tersebut dan tanggal pembuatannya. Hal ini karena beberapa sebab. Pertama, jenis bumbu halus di Indonesia cukup banyak tergantung dengan jenis masakan. Kedua, memberi tanggal pada setiap kontainer berguna supaya Anda tahu kapan ia dibuat dan kapan sebaiknya ia digunakan. Jadi, Anda tidak menggunakan bumbu yang sudah basi.

5. Simpan di freezer dan atau di bagian tengah kulkas

Jika Anda ingin bumbu halus tersebut digunakan dalam beberapa bulan ke depan, maka simpan bumbu-bumbu ini di dalam freezer kulkas. Akan tetapi, jika Anda berencana untuk menggunakannya dalam dua minggu atau satu bulan ke depan, maka ia bisa di simpan di bagian tengah kulkas. Selain bisa muat lebih banyak, suhu di bagian tengah kulkas juga relatif lebih stabil dibandingkan di bagian pintu.

Namun, pastikan juga bumbu-bumbu ini tidak disimpan secara berdekatan dengan bahan makanan lain yang memiliki bau kuat, seperti daging atau ikan atau buah-buahan yang menghasilkan gas etilen tinggi, seperti apel atau pisang. Sebab, gas etilen yang dihasilkan dari buah-buahan tersebut dapat membuat bahan makanan lain di dekatnya cepat layu dan basi juga.

Kulkas AQR-TSE696RAV(MX) didesain secara khusus untuk menampung bahan makanan dalam jumlah besar. Dengan kapasitas 616 liter, kulkas yang satu ini cocok untuk digunakan menyimpan bumbu-bumbu halus, ikan maupun daging yang akan dikonsumsi oleh keluarga besar maupun untuk keperluan bisnis.

Dilengkapi dengan teknologi HCS dan H-Deo Fresh, kelembaban di bagian-bagian tertentu dalam kulkas ini akan terjaga dan aroma bahan-bahan makanan akan tetap terjaga. Dengan demikian, bahan makanan apapun yang Anda masukkan ke dalam lemari es ini akan tetap terjaga kesegarannya. Dapatkan kulkas AQR-TSE696RAV(MX) dari AQUA Elektronik Indonesia dengan harga terbaik di toko-toko elektronik terdekat.

AQUA ELEKTRONIK PRODUCT SERVICE & SUPPORT

Kami dapat membantu menjawab pertanyaan seputar produk, perawatan, penggunaan, perbaikan, dan pemeliharaan produk AQUA ELEKTRONIK Anda.

LIVE CHAT

Senin - Jumat
07:00 - 21:00 WIB
Sabtu - Minggu
07:00 - 19:00 WIB

CALL CENTER
BEBAS PULSA
0800 1 003 003

Senin - Jumat
07:00 - 21:00 WIB
Sabtu - Minggu
07:00 - 19:00 WIB
Hari Libur
08:00 - 17:00 WIB

SMS & Whatsapp

0858-1000-3003