Ikan Tahan Berapa Lama di Freezer? Yuk Simak Tips Menyimpannya Supaya Awet

Ikan merupakan salah satu bahan makanan yang banyak digunakan dalam kuliner Indonesia, mulai dari dibuat gulai, sampai pepes lezat semuanya dibuat dari berbagai jenis ikan yang berbeda. Hanya saja, sayangnya, ikan akan mudah busuk jika disimpan di suhu ruang saja. Maka dari itu, ia wajib disimpan di kulkas entah itu di freezer maupun di chiller.
Tapi, sebelum menyimpan bahan makanan ini, yuk ketahui tips dan trik menyimpan ikan supaya awet berikut ini.
Ikan Tahan Berapa Lama di Freezer
Dilansir dari laman resmi U.S Department of Agriculture (USDA), ikan yang disimpan di freezer pada dasarnya bisa awet lebih dari satu tahun. Namun, semakin lama bahan makanan ini disimpan di dalam kulkas, maka semakin berkurang pula cita rasanya.
Lebih lanjut lagi, ikan sebaiknya disimpan di dalam chiller dengan suhu kurang dari 4.4 °C atau di dalam freezer dengan suhu -17.8 °C dan dimakan maksimal 3 bulan setelah awal penyimpanan. Dengan demikian, bahan makanan tersebut masih akan terasa lezat.
Ciri Ikan Sudah Tidak Layak Konsumsi Meski Disimpan di Freezer
Saat ini sudah banyak opsi membeli ikan yang sudah dibekukan di supermarket. Tapi, Anda perlu tetap hat-hati dalam memilihnya, karena mengkonsumsi ikan yang sudah busuk atau tak layak konsumsi dapat menyebabkan iritasi, alergi dan berbagai masalah pencernaan lainnya. Berikut ini beberapa ciri ikan yang sudah tidak layak konsumsi secara umum untuk Anda:
1. Mengeluarkan bau busuk
Ciri utama sebuah bahan makanan yang sudah tidak layak konsumsi entah itu daging sapi atau ikan adalah ia mengeluarkan bau busuk. Secara garis besar, daging hewan yang masih segar tidak akan mengeluarkan bau apapun dan semakin lama ia disimpan ia akan mulai mengeluarkan bau busuk, entah itu bau amis atau bau seperti ammonia.
2. Daging lembek
Jika disentuh, daging ikan yang masih segar akan memantul dengan cepat. Begitu pula dengan daging salmon atau tuna yang jika disentuh oleh jari Anda, ia akan cepat kembali ke permukaan. Hal ini berbeda dengan ikan yang sudah tidak layak makan. Jika disentuh, daging yang sudah tidak layak makan akan terasa lembek, memantul dalam waktu yang lebih lama dan serat-seratnya akan sudah terpisah satu sama lain.
3. Mata keruh
Dilansir dari laman CNN Indonesia ciri lain dari ikan yang sudah tak layak makan adalah warna matanya yang sudah keruh. Ikan segar akan memiliki mata cembung, bening, dan berkilauan. Lain halnya dengan ikan yang sudah busuk akan memiliki mata kusam atau bahkan kemerahan.
4. Insang dan kulit kusam
Ciri lain yang menandakan ikan sudah tidak layak konsumsi adalah insang dan kulit yang sudah berubah warna menjadi coklat kusam. Lebih lanjut lagi, kulit ikan yang sudah tidak layak konsumsi juga terasa kering jika disentuh dan mudah lepas. Ikan segar akan memiliki insang berwarna merah cerah dan kulit kenyal dan terlihat segar.
5. Sisik dan sirip yang mudah robek dan terkelupas
Ciri fisik ikan tak layak konsumsi lainnya adalah sisik dan siripnya yang terlihat kering, mudah robek dan terkelupas. Jika Anda mendapati ikan yang Anda simpan sudah memiliki kondisi seperti ini, segera kubur bahan makanan tersebut supaya bisa segera diurai bakteri dari dalam tanah.
Tips Menyimpan Ikan Agar Tetap Awet & Segar
Berikut ini beberapa tips menyimpan ikan di dalam kulkas agar tetap awet dan segar:
1. Bersihkan terlebih dahulu
Tidak hanya bagian luarnya, organ dalam ikan juga harus dibersihkan. Hal ini karena di dalam organ-organ tersebut banyak zat yang mengundang kuman dan bakteri agar cepat tumbuh. Jadi, membersihkan bahan makanan ini sebelum menyimpannya di dalam kulkas menjadi sangat penting.
2. Keringkan ikan
Setelah dibersihkan, keringkan ikan menggunakan kain bersih atau paper towel. Langkah ini penting karena semakin banyak air dalam tubuh hewan ini, maka semakin cepat pula ia akan membusuk, sehingga sebelum disimpan di kulkas, usahakan tidak ada cairan tersisa di tubuh ikan tersebut.
3. Bungkus dengan paper towel dan plastik
Selanjutnya, bungkus ikan tersebut dengan paper towel, masukkan ke dalam plastik (kalau bisa zip lock bag) atau kotak penyimpanan makanan, dan tutup rapat-rapat. Sama seperti cara menyimpan daging, jangan lupa beri nama dan tanggal penyimpanan di bagian luar plastik atau wadah tersebut supaya Anda mudah mengetahui jenis ikan apa yang ada di dalamnya dan kapan ia mulai disimpan.
Menyimpan ikan dengan cara ini akan mencegahnya terpengaruh atau mempengaruhi bahan makanan lain, sehingga ia bisa disimpan di dekat buah-buahan atau sayuran. Tapi, kalau Anda ingin ikan tersebut lebih awet sebaiknya tetap dimasukkan ke dalam freezer.
4. Simpan sesuai keperluan
Jika Anda ingin memasak ikan tersebut dalam 2 atau 3 hari ke depan, maka ia bisa disimpan di dalam chiller dengan suhu kurang dari 4.4 °C. Akan tetapi, bila ia baru akan dimasak minggu depan atau beberapa minggu lagi, maka dibekukan di freezer adalah cara terbaik.

Untuk keperluan bisnis, menyimpan ikan dan daging di dalam cold chain AQF-460EG adalah keputusan terbaik. Dengan sistem pendinginan 5 sisi (kanan, kiri, depan, belakang dan bawah), bahan makanan yang Anda simpan di freezer ini akan cepat membeku dan tidak mudah mencair. Selain itu, cold chain AQF-460EG juga dilengkapi dengan fitur hemat energi, sehingga meskipun ia dapat membekukan bahan makanan secara menyeluruh, beban listrik bisnis Anda tidak akan membengkak. Dapatkan cold chain AQF-460EG dari AQUA Elektronik Indonesia di toko elektronik terdekat.