Kenapa Sebelum Hujan Gerah? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Sebagai negara tropis, Indonesia memang secara alamiah memiliki tingkat kelembaban udara yang tinggi. Dilansir dari laman Indo Travel Team, tingkat kelembaban udara relatif di Indonesia bisa berkisar antara 80% sampai di atas 90% yang membuat masyarakat yang tinggal di negara ini selalu merasa gerah.
Akan tetapi, tingkat kelembaban udara ini akan semakin tinggi saat musim penghujan, yaitu pada Bulan November sampai Maret. Mengapa demikian? Yuk ketahui penjelasannya berikut ini:
Kenapa Sebelum Hujan Gerah?
Tentu Anda pernah merebus air dengan panci tertutup bukan? Dalam proses perebusan air ini terdapat proses yang bernama evaporasi atau penguapan. Penguapan terjadi ketika air yang awalnya berbentuk cair berubah menjadi udara hangat akibat dipanaskan. Dalam kasus perebusan air dengan panci tertutup, uap air akan ditangkap oleh tutup panci tersebut.
Sama halnya dengan hujan. Fase awal pembentukan hujan terjadi ketika air yang ada di bumi, entah itu dari danau, air tanah, laut atau sungai mengalami penguapan (evaporasi) setelah dipanaskan oleh matahari. Akibatnya, kandungan air dalam udara di sekitar Anda akan menjadi lebih banyak dan udara akan jadi lebih lembab. Hal inilah yang membuat udara sebelum hujan terasa gerah.
Suhu gerah ini kemudian turun menjadi dingin kembali begitu hujan turun. Hal ini karena adanya proses kondensasi atau perubahan zat dari bentuk gas (udara) menjadi cairan (hujan). Perubahan suhu udara dari gerah ke dingin kembali ini membutuhkan waktu sekitar 1 jam sebelum hujan terjadi.
Tips Agar Tidak Terlalu Gerah Sebelum Hujan
1. Menggunakan AC atau Kipas Angin
Cara paling praktis untuk menghindari rasa gerah saat menjelang hujan adalah dengan masuk ke dalam rumah dan menyalakan AC atau kipas angin. Udara dingin yang keluar dari dua alat ini akan membantu mendinginkan keringat Anda dan membantu suhu tubuh Anda untuk kembali normal.
AC dan kipas angin adalah sua alat elektronik penting yang wajib Anda miliki jika Anda tinggal di perkotaan yang panas, seperti Surabaya, Semarang atau Jakarta. Khususnya jika Anda tinggal di pemukiman padat penduduk yang mana tidak jarang kamar rumah tersebut tidak memiliki jendela atau ventilasi.

Akan tetapi, menggunakan dua alat ini juga perlu hati-hati. Kipas angin dan AC perlu dibersihkan secara berkala supaya tidak menyebarkan kuman dan bakteri berbahaya ke udara. Untungnya, saat ini sudah ada AC yang dilengkapi dengan fitur self clean atau membersihkan diri secara otomatis pada jadwal yang ditentukan, seperti AQA-KCR5VRAL dari AQUA Elektronik Indonesia.
Selain itu, AC ini juga memiliki fitur Anti-Corrosion dan Blue Fin yang melindungi komponen dari karat dan udara lembap, sehingga kinerja AC tetap optimal dan lebih awet.
Ditambah dengan Triple Airflow, udara dingin dapat menyebar lebih merata ke seluruh ruangan, membuat sirkulasi udara terasa lebih nyaman dan tidak pengap di satu titik saja.
2. Menggunakan pakaian dengan breathable fabrics
Pakaian yang tebal dan padat akan membuat keringat terperangkap di kulit Anda, sehingga Anda akan semakin merasa gerah. Oleh karena itu, sebaiknya Anda menggunakan pakaian tipis yang terbuat dari breathable fabrics, seperti wol, katun atau linen saat menjelang hujan. Tipe pakaian seperti ini masih memungkinkan udara untuk masuk dan keringat akan menguap, sehingga suhu tubuh Anda tetap dingin.
Agar lebih aman lagi, gunakan juga sunscreen kualitas baik untuk kulit Anda supaya sinar UV dari matahari yang menembus pakaian tipis tersebut bisa masuk ke kulit dan merusak jaringan kulit Anda. Menggunakan lotion dan sunscreen yang memadai seperti ini juga penting untuk menjaga kelembaban tubuh. Hal ini mengingat bahwasannya penggunaan kipas angin atau AC yang berlebihan terkadang juga membuat kulit kering dan gatal-gatal.
3. Menjaga Tubuh Tetap Terhidrasi
Hal yang tidak kalah penting untuk menjaga tubuh supaya tidak mudah gerah adalah dengan minum air yang cukup. Hal ini karena air bertugas untuk menjaga suhu tubuh. Ketika suhu sedang tinggi dan gerah, air akan menjaga suhu tubuh dengan cara membuang keringat. Oleh karena itu, tubuh membutuhkan asupan air tambahan untuk menjaga suhu agar normal kembali.
Sederhananya, minum air lebih banyak saat tubuh merasa gerah menjelang hujan akan membantu mengatur suhu tubuh dan menjaganya agar tetap dingin. Hal ini pengecualian untuk beberapa jenis cairan, seperti kopi dan teh yang dikenal tidak dapat meningkatkan hidrasi tubuh.
4. Mandi menggunakan air dingin
Tips lain agar tidak terlalu gerah saat menjelang hujan adalah mandi air dingin. Hal ini khususnya jika hujan terjadi di malam hari dan kamar Anda terasa panas. Mandi menggunakan air dingin tidak hanya akan membuat tubuh Anda tetap bersih dan terhidrasi dengan baik, tetapi juga akan membuat tubuh rileks dan tidur jadi lebih nyenyak.
Tingginya tingkat kelembaban (humidity) di Indonesia berpengaruh terhadap banyak hal. Termasuk diantaranya adalah pemilihan alat elektronik dan perabotan lainnya. Salah memilih alat elektronik dan perabotan, seperti AC tidak hanya akan berdampak hidup Anda jadi kurang nyaman, tetapi juga berdampak pada masa penggunaan alat tersebut yang tidak panjang akibat banyaknya jamur dan kuman bersarang.
Akhir kata, dengan kombinasi lingkungan yang lebih bersih, aliran udara yang merata, dan kebiasaan sehari-hari yang tepat, udara lembap menjelang hujan tidak lagi terasa terlalu mengganggu, sehingga aktivitas di dalam rumah tetap bisa berlangsung dengan nyaman.